Tampilkan postingan dengan label Cara Basmi Virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Basmi Virus. Tampilkan semua postingan

7 Langkah Menghentikan Banjir Virus Shortcut

Virus PIF/Starter atau yang lebih dikenal dengan virus shortcut membuat kesal korbannya dengan banyak sekali shortcut yang dibuat oleh virus tersebut. Repotnya, kalau cara penanganan virus ini tak tepat maka ia malah akan kembali lagi, lagi dan lagi.

Oleh sebab itu, simak 7 cara jitu dari analis virus Vaksincom MG Lat untuk menghentikan banjir shortcut yang diakibatkan virus ini:

1. Sebelumnya matikan dulu proses system restore.

2. Matikan proses dari file Wscript yang terletak di C:\Windows\System32, dengan cara menggunakan tools seperti CProcess, HijackThis atau dapat juga menggunakan Task Manager dari Windows.

3. Setelah dimatikan proses dari Wscript tersebut, kita harus men-delete atau me-rename dari file tersebut agar tidak digunakan untuk sementara oleh virus tersebut.

Sebagai catatan, kalau kita me-rename dari file Wscript.exe tersebut dengan otomatis, maka akan dikopikan lagi di folder tersebut. Oleh sebab itu, kita harus mencari di mana file Wscript.exe yang lainnya, biasanya ada di C:\Windows\$NtServicePackUninstall$, C:\Windows\ServicePackFiles\i386.

Tidak seperti virus-virus VBS lainnya, kita bisa mengganti Open With dari file VBS menjadi Notepad, virus ini berextensi MDB yang berarti adalah file Microsoft Access. Jadi Wscript akan menjalankan file DATABASE.MDB seolah-olah dia adalah file VBS.

4. Delete file induknya yang ada di C:\Documents and Settings\\My Documents\database.mdb, agar setiap kali komputer dijalankan tidak akan me-load file tersebut. Dan jangan lupa kita buka juga MSCONFIG, disable perintah yang menjalankannya.

5. Sekarang kita akan men-delete file-file Autorun.INF. Microsoft.INF dan Thumb.db. Caranya, klik tombol START, ketik CMD, pindah ke drive yang akan dibersihkan, misalnya drive C:\, maka yang harus kita lakukan adalah:

Ketik C:\del Microsoft.inf /s, perintah ini akan men-delete semua file microsoft.inf di seluruh folder di drive C:. Sementara kalau mau pindah drive tinggal diganti nama drivenya saja contoh: D:\del Microsoft.inf /s.

Untuk file autorun.inf, ketik C:\del autorun.inf /s /ah /f, perintah akan men-delete file autorun.inf (syntax /ah /f) digunakan karena file tersebut memakai attrib RSHA, begitu juga untuk file Thumb.db lakukan juga hal yang sama.

6. Untuk men-delete file-file selain 4 file terdahulu, kita harus mencarinya dengan cara search file dengan ekstensi .lnk ukurannya 1 kb. Pada 'More advanced options' pastikan option 'Search system folders' dan 'Search hidden files and folders' keduanya telah dicentang.

Harap berhati-hati, tidak semua file shortcut / file LNK yang berukuran 1 kb adalah virus, kita dapat membedakannya dari ikon, size dan tipenya. Untuk shortcut yang diciptakan virus ikonnya selalu menggunakan icon 'folder', berukuran 1 kb dan bertipe 'shortcut'. Sedangkan folder yang benar harusnya tidak memiliki 'size' dan tipenya adalah 'File Folder'.

7. Fix registry yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses perbaikan registry salin script dibawah ini pada program 'notepad' kemudian simpan dengan nama 'Repair.inf'. Jalankan file tersebut dengan cara:

- Klik kanan repair.inf
- Klik Install

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"

[del]
HKLM,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Winupdate
HKCU,SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, explorer

Malware Paling Banyak Menyebar Lewat USB

Penyebaran program jahat yang dapat membahayakan komputer, ternyata paling banyak terjadi melalui kegiatan saling berbagi file yang dapat diaksekusi (file sharing executable). Hal tersebut terungkap dari hasil survei tren kemanan tahunan Symantec terbarunya.

Dalam studinya berjudul Internet Security Threat Report XIV yang diumumkan di Jakarta Rabu 6 Mei 2009, Symantec mengatakan bahwa berbagi file merupakan metode yang paling umum dalam penyebaran program jahat.

Bila pada tahun 2007 penyebaran program jahat melalui berbagi file cuma sekitar 44 persen, pada 2008 penyebaran dengan cara ini meningkat menjadi 66 persen.

Menurut Ronnie Ng, System Engineering Manager Symantec Singapore & Indonesia, kebanyakan pengguna komputer tidak berhati-hati dengan ancaman keamanan komputer mereka melalui penggunaan media USB flash disk.

"Praktek yang aman untuk menggunakan USB thumb drive (flash disk) adalah selalu melakukan scanning dengan antivirus sebelum menggunakan alat itu," kata Ronnie.

Ronnie menyarankan pemindaian terhadap flash disk sebelum dan sesudah memindahkan data dari komputer satu ke komputer lain. Pasalnya baik worm maupun virus bisa masuk melalui penggunaan USB.

Conficker, worm ganas yang telah menyebar demikian luas ke seluruh dunia, adalah salah satu worm yang juga menyebar lewat USB flash disk. Menurut data Symantec, kini worm yang juga dikenal dengan nama Downadup itu telah menginfeksi jutaan komputer PC.

Sementara penyebaran program jahat melalui file sharing jaringan Peer to Peer (P2P) justru mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Pada 2008, penyebaran lewat cara ini hanya sebesar 10 persen atau berkurang 7 persen dari sebelumnya.

Pada 2008, peningkatan program jahat (trojan, worm, virus, spam) memang cukup tajam. Tahun itu, Symantec mendeteksi sekitar 1,6 juta kode program yang berbahaya bagi komputer.

Jumlah itu merupakan sekitar 60 persen dari total 2,6 juta kode jahat yang pernah dideteksi. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ini mengalami peningkatan sebesar 265 persen.

Dari 90 persen ancaman yang terdeteksi Symantec, ternyata berusaha untuk mencuri informasi rahasia. 76 persen diantaranya memiliki kemampuan untuk merekam ketikan keyboard pengguna komputer yang telah terinfeksi (keystroke logging).

Menurut Ronnie keystroke logging adalah program yang paling mudah dan paling efektif untuk mencuri data. Namun, ia menambahkan, kini juga telah berkembang metode yang lebih canggih. "Bahkan ada program yang dapat membaca gerakan tetikus," ujar Ronnie.

Ke depan, menurut Symantec, ledakan varian malware bakal terus terjadi. "Program jahat yang diciptakan akan lebih banyak daripada program yang berguna," kata Ronnie.

Klik yoooo

Feedjit Live Blog

Powered by Blogger